Berkebun dan Belajar dari Tanaman, yuk!

by - January 21, 2018


Hallo para pembaca budiman.. Wah, akhirnya saya ngeblog lagi setelah hiatus sekian lama. Pada kangen nggak ya? *sok penting :D

Saya seneng banget nih akhirnya bisa nulis lagi dan dengan fresh idea. Ahhh, hiatus saya ternyata ada manfaatnya juga. Hihii.. Jadi apa nih ide barunya? Oke oke, sooo my fresh idea is...... gardening!!! :D Iya nih, saya punya hobi lama yang muncul kembali. Semacam CLBK lah ya. Mungkin sebagian dari kalian masih merasa aneh dengan hobi gardening alias berkebun. Saya juga awalnya tidak menyadari bahwa berkebun itu termasuk salah satu hobi saya (yang menyenangkan). Karena selama ini setiap ditanya hobi pasti kebanyakan kita menjawab dengan membaca, mendengarkan musik, memasak, atau mungkin jalan-jalan. Tapi ternyata saat ini berkebun menjadi salah satu yang cukup happening juga di Indonesia terutama setelah populernya kegiatan urban farming atau urban gardening. Dulu saya pertama kali tau istilah urban farming dari Pak Ridwan Kamil waktu beliau diwawancarai di salah satu TV swasta tentang terobosan kegiatan tersebut di Bandung. Well, sebelum lanjut lebih jauh lagi, apa sih urban farming atau urban gardening? Prinsipnya, kedua hal tersebut adalah sama, yaitu melakukan kegiatan pertanian atau berkebun, bahkan peternakan serta distribusinya di sekitar kota. Dengan kata lain, praktek ini menggunakan lahan terbatas untuk kegiatannya. Tujuannya, agar supply pertanian atau perkebunan tetap terjamin meskipun tinggal di perkotaan yang jauh dari sawah dan ladang. Dan agar setiap orang bisa melakukan kegiatan self farming and gardening juga. :)

Urban farming atau gardening ini sekarang makin ngetrend lagi dengan tambahan istilah urban jungle. Nah, sepertinya istilah ini yang lebih cocok dengan tulisan saya kali ini. Ya, meskipun saya nggak tinggal di kota juga sih. :D Karena istilah urban farming dan gardening biasanya cenderung lekat dengan budidaya tanaman-tanaman pangan, sedangkan urban jungle biasanya berkaitan dengan tanaman-tanaman hias. :D Jadi, saya sebenarnya suka berkebun sudah sejak SD. What? SD? Iyaaa.. Jadi, bapak saya sudah mengenalkan berkebun sejak saya SD karena beliau juga sangat suka berkebun tanaman hias. Tapi, hobi berkebun saya meredup perlahan seiring semakin bertambah kegiatan saya. Dan, setelah menikah barulah saya mulai berkebun lagi. Plus mencekoki suami saya untuk suka berkebun juga. Hihii..

Berkebun yuk!
Apa sih serunya berkebun? Hmm, bisa panjang kali lebar sih jawabannya. Hehee.. OK, meskipun berkebun itu kadang harus berkotor-kotor, tapi justru di situ serunya. Katanya kan berani kotor itu baik. Hihii.. Berkebun itu seperti kembali ke masa anak-anak. Main tanah, main air, becek-becekan, ngobrol sama tanaman, pilih-pilih pot yang bagus, plus ketemu cacing :p. OK, yang terakhir memang nggak terlalu menyenangkan sih.

Jadi berkebun itu bukan hanya hobi yang berkaitan dengan olahraga (seriously?) tapi juga olahrasa. Waseeeekkk.. :D Iya, berkebun itu berkaitan dengan olahraga atau kegiatan fisik. Gimana nggak, seseorang yang berkebun pasti melakukan kegiatan menanam yang berarti ada proses pemindahan tanah, tanaman, pupuk serta penyiraman. Dan itu membutuhkan energi yang lumayan. Belum lagi, kalau ada tanaman indoor (karena urban jungle erat banget kaitannya dengan tanaman indoor). Pasti ada kegiatan mengeluarkan tanaman untuk sunbathing. Kalau pot-pot kecil sih nggak terlalu masalah ya. Tapi ada lho  tanaman indoor yang ukurannya cukup besar semacam kaktus yang berukuran besar, snake plants, fiddle leaf fig alias ketapang hias dan yang lagi hits adalah monstera. Mereka semua ukurannya jumbo-jumbo. Jadi setara lah dengan angkat beban pas ngegym. Hihii.. :D Poin plusnya, meskipun berpeluh keringat, tapi tetap segar karena kita langsung dapat oksigen tuh dari tanaman. Sehat banget kan? :D
Monstera
Lalu, kalau olahrasa seperti apa? OK, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan. :D Sepanjang pengalaman saya, melakukan hobi apapun itu adalah salah satu bentuk mencari penyegaran kembali dari rutinitas. Berkebun juga demikian. Tapi, selain refreshing, berkebun juga healing. :) Yaps, gardening is healing. Ini agak sulit sih dijelaskan. Tapi, saya selalu merasa bahagia setiap melihat tanaman, tunas baru atau ketika tanaman saya berbunga. Saya juga bahagia setiap menanam tanaman, menyiram, ataupun ketika berhasil merawat tanaman yang sakit. Dan bahagianya masih sama seperti waktu SD dulu setiap kali saya melihat tanaman pacar air saya berbunga. Di situ ada rasa yang tak bisa dijelaskan, yang mungkin itu adalah healing. Ya, rasa kembali seperti anak-anak selalu menyembuhkan. Dunia anak-anak adalah kebahagiaan yang mudah dan alami. Dan bisa kembali merasakannya tentu saja merupakan hal yang sangat nyaman. :)

Gardening is healing
Wah, sedikit melow ya jadinya. >,< Tak apa. Saya yakin Allah menghadirkan barbagai hal di dunia ini bukan hanya untuk dilewatkan begitu saja. Tapi, Dia mengadirkan kenikmatan sekaligus pelajaran dari itu semua, termasuk berkebun. Sadar nggak sadar, berkebun juga mengajarkan tentang kesabaran lho. Ingat ya, berkebun itu berurusan dengan makhluk hidup. Sama seperti manusia, tanaman juga punya karakteristik yang unik-unik. Ada yang suka di tempat sejuk, ada yang tahan di tempat panas, ada juga yang harus seimbang; kadang di tempat sejuk, kadang harus dijemur juga. Agak manja memang beberapa dari mereka. :D Kebutuhan airnya pun berbeda-beda. Ada yang harus setiap hari, ada yang dua hari sekali, bahkan ada juga yang hanya seminggu sekali. Dan itu semua nggak selalu bisa dipukul rata, meskipun jenis tanamannya sama. Benar-benar butuh penyesuaian dan kesabaran. Mirip sekali dengan karakteristik manusia ya? :D

Semenjak kenal berkebun khususnya tanaman hias, saya jadi lebih jeli memperhatikan bentuk-bentuk tanaman, daun-daunnya, bunga-bunganya bahkan tentang cara merawatnya, semuanya berbeda. Semuanya unik. Dan justru karena masing-masing berbeda (bahkan daun-daun di satu tanaman berbeda-beda perkembangannya), saya jadi lebih menghargai proses kehidupan, khususnya di dalam diri saya. Saya lebih menikmati perjalanan ini dan tidak tergesa-gesa dengan apapun yang ingin saya raih. Saya semakin yakin, Allah memang sebaik-baik pengatur dan penjamin kehidupan. :)
***

Nah, sampai di sini dulu ya cerita berkebunnya. Ditunggu sharing dari teman-teman yang juga suka berkebun atau yang baru mulai berkebun. Semoga jadi pada pengen berkebun juga yaa.. :D Eh, boleh lho intip-intip (dan follow) kegiatan berkebun saya yang saya share di IG @miftah_royani :D.
Sampai jumpa di tulisan berikutnya.. :D




Mita Royya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ditulis dengan berteman hujan :)

Monstera pic is from Pinterest.
Other pics are the writer's private collections.

<span style="display:inline-block;width:160px;height:30px;text-align:center;border:#000 1px dotted;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:11px;background-color:#FFFFFF;"><strong style="display:block;padding:0px;margin:0px;"></strong><a href="http://www.submitexpress.com/">Submit Express</a></strong></span>

You May Also Like

2 comments

  1. Ya ampuun, jadi merasa bersalah mif. Tanaman cabe dan sayurku mati semua, karena beberapa waktu lalu ga kuurus, hikss. Eh tapi kok cakep juga ya kalau nanam tanaman hias bisa sekalian pilih pot-pot yang cakep. Jadi kangen gardening, mumpung libur semester besok mulai lagi aah. Thanks for sharing the gardening vibe miftaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woalaaa.. Yg seger2 dulu itu udh pd wassalam to mbak sayur2nya.. Tapi emang gt sih mbak, berkebun tu kalo pas lg sibuk memang tantangan bgt.. Hehee..

      Iya mbaaakk, tanaman hias is sooo lovely.. Bisa jadi dekorasi jg.. Sekali mendayung 2,3 pulau teelampaui dah.. Hihii.. Segernya dapet, dekornya dapet.. Wkwkwkk.. Selamat memulai berkebun lagi mbaakk.. 😍 Dan makasiiih sudah selalu mampir ke blog q.. *terharuuuu 😢😂😂

      Delete