Galau Lagi: S2 atau Bekerja?

by - September 09, 2017


Hallo semuanya.. Jumpa lagi di blog saya. :)
Saya udah sekitar 2 bulan nggak nulis blog nih. Padahal percaya nggak sih, kalau di blog saya itu lebih banyak draftnya daripada tulisan yang dipublish. :p Ya gitu, nulis dikit ganti topik, nulis lagi, eh ada topik yang lebih bagus lagi. Ganti lagi. Gituuu terus. :D Eh, btw maaf ya saya selalu mengawali tulisan saya dengan curhat. Hihii..

Ngomong-ngomong soal curhat, biasanya orang-orang pada curhat kalau lagi galau kan ya. Nah, tapi pernah nggak sih kalian galau akademis? :p Iya, itu lho galau mau lanjut S2 atau bekerja (maksa :p). Eh tapi, sebelum saya lanjut, buat kalian yang lagi galau tapi yang nggak akademis-akademis banget :p bisa cek postingan saya sebelumnya Galau Level 2: S2 atau Menikah? :D
OK, kita kembali ke laptop ya. Berkaitan dengan topik tulisan ini, ada cukup banyak teman-teman saya, nggak cuma seangkatan tapi juga yang beda angkatan, yang ngerasain galau akademis ini. Mereka galau setelah lulus S1 mau lanjut S2 atau bekerja. Mungkin ada yang berpikiran kok kayaknya seru dan menantang ya kalau lanjut S2, tapi kapan ngerasain punya duit sendiri kalau sekolah terus? Tapi, kalau mau kerja, peluang S2 kok menggiurkan banget! Mmmmmm...

S2 atau Bekerja?
OK. Setelah saya amati dari curhatan teman-teman dan saya refleksikan ke diri saya sendiri, sebenarnya galau akademis itu nggak akan terjadi kalau kita dari awal sudah tahu cita-cita kita. Iya, saya nggak begitu mengalami galau akademis ini karena memang saya sudah tahu arah tujuan hidup cita-cita saya kemana. Aseeekk. :D Jadi, setelah lulus S1 saya sangat mantap untuk melanjutkan S2. Selain karena memang sudah tahu cita-cita saya mau jadi apa, saya memang orangnya doyan sekolah sih. :p Andai sekolah itu dibayar pasti menyenangkan sekali. Hahaa. :D Well, cita-cita itu ternyata penting banget guys. Dia ibarat kompas yang akan selalu ngarahin langkah kita. Ya, meskipun mungkin cita-cita adalah hal yang terlihat nyata ketika masih kanak-kanak tapi justru menjadi hal yang absurd ketika dewasa. Hahaa (ketawa getir). Tapi, di tahun pertama bahkan di hari pertama kalian kuliah (bagi mereka yang masuk di jurusan pilihan pertamanya :p), harusnya kalian sudah mulai mengenali passion kalian apa, interest kalian apa, preference kalian apa, dan pada akhirnya bisa kalian simpulkan cita-cita kalian apa. Sederhananya, kalian harus tau kalian mau jadi apa setelah selelsai S1. Dan btw, cita-cita itu nggak harus sama persis dengan cita-cita kita jaman SD. :p

Well, kenapa mengetahui cita-cita itu penting untuk menentukan mau lanjut S2 atau bekerja setelah lulus sarjana, karena nggak semua pekerjaan itu butuh gelar master. Jadi galau akademis bisa banget dihindari. Misalnya, di jurusan saya (pendidikan), ketika seseorang kuliah di jururusan pendidikan dan dia bercita-cita jadi guru, ya sudah, setelah lulus S1 dia bisa langsung bekerja. Atau seorang alumni teknik pangan, doi nggak perlu merasakan galau akademis karena memang cita-citanya kerja di industri pangan dan nggak butuh gelar master. Jadi, doi pasti bakalan langsung milih bekerja. Bahkan ketika kalian punya cita-cita yang mungkin berseberangan dengan gelar sarjana kalian, tapi kalian sudah mengetahuinya, itu akan sangat membantu. Misalnya kalian alumni ilmu politik, tapi kok kalian lebih cenderung tertarik ke enterpreneurship, ya sudah it's clear, kalian bisa langsung kerja. Tapi beda kalau misalnya kalian alumni Hubungan Internasional, Pertanian, Kedokteran atau jurusan apapun dan pengen berkarir jadi dosen, ya pastinya kalian harus ambil studi master. Karena memang pekerjaan tersebut memiliki syarat minimal pendidikan S2. Jadi, ibarat orang pergi ke warung bakso (yang biasanya juga jual mi ayam--analoginya maksa), karena dia tahu dia sukanya bakso dan nggak doyan mi ayam, dia nggak bakalan galau milih bakso atau mi ayam. Karena udah jelas dari awal, dia interestnya ke bakso. Simple kan? :D

Terus, gimana kalau cita-cita kalian mengharuskan kalian S2 tapi kalian galau secara finansial. Kan S2 nggak murah?! Iya, bener banget, S2 nggak murah. But hey, ada dua alternatif yang bisa kalian coba. Pertama, kalian bisa coba jalur beasiswa. "Ah, beasiswa sih cuma buat yang pinter. Aku mah apa atuh, IPK nggak cumlaude." Aduuuh, itu mindset yang salah bangeettt. Kriteria calon penerima beasiswa itu banyak banget lho, nggak semata-mata bagus secara akademis lantas pasti dapat beasiswa. Calon penerima beasiswa juga akan dinilai dari track record organisasinya, pengabdian masyarakatnya, motivasinya, bahkan siapa idolanya. :D Selain itu, beasiswa juga banyak macamnya, termasuk beasiswa bagi calon mahasiswa yang kurang mampu. Jadi, jangan kecil hati dulu. Coba, coba, coba! "Ah, aku tetap nggak PD mau apply beasiswa. Cara lain aja deh!" Ok, Ok, kalau memang kamu bukan scholarship hunter, nggak apa-apa. Kalian bisa coba kerja dulu habis lulus S1. Ya memang masuk S2nya jadi agak telat setahun atau dua tahun. Tapi, bukankah kadang kita harus realistis dalam hidup ini? Aseeekk. :p Kalau pengen sesuatu tapi belum mampu, ya puasa dulu. Nah, anggap aja ini sebagai puasa S2. Nanti kalau uangnya udah dirasa cukup, baru deh daftar S2. "Tapi nanti kalau udah kerja terus keenakan dan nggak semangat S2 gimana?" Hadeh... Cuma satu sih pertanyaannya, niat kalian sebenarnya apa. Udah gitu aja (kok repot). :p

Terakhir nih. kalau kalian masih galau akademis, coba cek lagi tentang bargaining position dalam pekerjaan impian kalian. Misalnya kalian udah kerja di perusahaan nih, dan untuk naik jabatan (alias dapat gaji lebih tinggi) ternyata syaratnya bukan dengan memiliki title magister, tapi lebih kepada produktivitas dan prestasi kerja kalian. Ya sudah, kalian nggak perlu pusing-pusing mikir untuk lanjut S2, kecuali memang kalian kangen sekolah lagi atau gelar tersebut diperlukan untuk "kewibawaan" jabatan kalian. :) Situasi yang lain, misalnya kalian pegawai pemerintahan dan salah satu kenaikan pangkat kalian ditentukan oleh gelar kalian. Ya sudah, berarti kalian perlu ambil S2. Sesederhana itu guys. :D

Nah, jadi gitu ya. Kalian nggak perlu galau lagi. Dan satu lagi yang paling penting, jangan hanya ikut arus kalau nggak mau tenggelam. Kenali diri sendiri, tentukan langkah, dan minta doa restu orang tua. :)
Good luck ya dengan apapun pilihan kalian. Terimakasih sudah mampir. :D :*


Mitaroyya



*Ditulis sambil nunggu suami pulang kantor :D


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gambar diambil dari www.google.com

You May Also Like

2 comments

  1. Aku masuk golongan idealis waktu masih kuliah s1, pengennya setelah lulus langsung s2. Eh ternyata jalan hidup berkata lain, kerja dulu, nikah dulu, punya anak dulu baru bisa lanjut s2. Simply pengen lanjut karena haus ilmu pengen belajar lagi, kangen bau buku, kangen presentasi, kangen dikejar-kejar deadline ngerjain tugas, kangen diskusiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh.. Kita sama mbaakk.. Orang2 yg doyan sekolah.. Hahhaa.. Dan kayaknya Allah ngasih itu ke q.. Disuruh beresin obsesi2 q dl.. Wkwkwk
      Makasiiih mbak intaan sudah mampir.. 😘😘

      Delete