Short Trip ke Batu-Malang (Day 2)

by - August 11, 2016

TRAVEL IS THE ONLY THING YOU BUY THAT MAKES YOU RICHER


Hallo...jumpa lagi!!! Welcome to Short Trip ke Batu Malang hari kedua... ^^

Sebelumnya, terimakasih banyak karena sambutan yang cukup hangat dari teman-teman terhadap postingan Short Trip ke Batu-Malang (Day 1) ^_^
Sekarang saatnya kakak saya lanjutkan cerita perjalanan kami di Batu Malang pada hari kedua. Setelah puas bermain di BNS pada hari pertama, keesokan harinya kami melanjtkan perjalanan. Tentunya setelah menginap di hotel terdekat. Lalu, kami kemana aja nih di hari kedua? We better start!!!

Kami check out dari hotel pagi-pagi sekitar jam 7. Setelah breakfast dan mandi tentunya. Di hari kedua ini, ada sekitar 4 destinasi wisata yang kami kunjungi. Keempat tempat wisata tersebut letaknya berdekatan. Mungkin antar satu tempat dan tempat yang lain cuma berjarak sekitar 10-20 menit. Dan tentu saja, kami mengandalkan google map lagi dong karena kami sangat menghargai perkembangan teknologi. Ceilaaahh.. *kibas rambut, eh jilbab maksudnya :p
Jadi, apa saja keempat tempat wisata yang kami kunjungi? Cekidot!!!

1. Selecta

Destinasi pertama kami di hari kedua adalaaaaahhh...SELECTA...tereeeenggg... :D (udah nggak surprise kali, udah ada judulnya noh!) Bagi kalian yang belum tau Selecta, jangan bayangkan kalau nama tempat ini ada hubungannya sama Selection, Seleksi atau semacamnya. Terus, apa dong Selecta? Selecta adalah taman bunga yang ada di kota Batu. Tempat ini cuantiiiiikkk banget, tiada duanya deh. Ya, meskipun saya belum pernah bandingin sama taman bunga di daerah lain sih. :p Tapi sebagai taman bunga pertama yang saya kunjungi, saya terkesima dibuatnya! Awww...

Nah, kenapa kami pilih Selecta sebagai destinasi pertama untuk dikunjungi? Yap, tentu saja karena kami pengen menikmati indahnya taman bunga di pagi hari yang segar, ditemani kicauan burung dan merasakan sejuknya udara pagi pegunungan kota Batu. :D Pegunungan? Iya, karena Selecta memang terletak di dataran yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tempat wisata di pusat kota Batu. Wajar ya, karena bunga-bungaan memang lebih suka tumbuh di tempat yang udaranya sejuk. Biar mereka tetap cantik mempesona. Well, selama perjalanan menuju Selecta, kalian akan disuguhi pemandangan elok nan indah. Tandanya kalau sudah mau sampai Selecta bakalan ada banyak toko bunga di sepanjang jalan. Jalannya aja udah cantik banget, apalagi Selectanya ya. Saya jadi salting sendiri karena suami mengajak saya ke tempat romantis ini. Eh, saya baru ingat sih kalau destinasi wisata ini adalah pilihan saya. -_-

OK, sebelum kita menikmati indahnya Selecta, tentu saja harus beli tiket dulu. Meskipun saya lupa harga persisnya, tapi cukup terjangkau kok. Seingat saya sekitar Rp 30.000,- per orang, sepuasnya.

 Pintu Masuk Selecta

Loket Pemeriksaan Tiket Selecta

Selecta ini luas banget. Kalau yang mau diet, boleh banget jogging di sini. Dijamin engap. Oh iya, di dalam taman bunga ini juga ada hotelnya. Kebayang kan gimana luasnya. Jadi, kalian yang pengen menikmati Selecta lebih lama bisa banget nginep di hotel Selecta. Kayak gini nih penampakan hotelnya dari luar.

Hotel Selecta (maap ada bayangan HP dari dalam mobil)

Dan akhirnya, sampailah kami di halaman depan Selecta. Rasanya pengen senyum-senyum terus. Udaranya seger, tempatnya indah dan yang terpenting the one beside me :) Ihiiirrr...
Ini dia halaman depan Selecta. Kalian akan disambut dengan akuarium ikan yang gede. Ikannya selalu menggoda untuk digoreng.

Halaman Depan Selecta

FYI, foto ini diambil oleh pasangan mas-mbak yang baik hati. Mereka iba melihat kami yang foto bergantian dan nggak bisa foto berdua gara-gara nggak punya tongsis. -_- Akhirnya mereka menawarkan bantuan. Semoga mereka langgeng sampai surga. :) Jadi, pesan moralnya adalah bawa tongsis itu penting banget ketika kalian liburan. Waktu itu kami sok-sokan merasa bahwa tongsis itu alay, cuma ABG yang pakai tongsis. Ternyata, dugaan kami selama ini salah. Kami kewalahan.

Lanjut ya. Inilah bagian kedua setelah halaman depan Selecta. Kalian akan disambut oleh kolam ikan yang indah yang dikelilingi pohon-pohon hijau. Seger banget, jadi pengen nggoreng nangkep ikan. Spot ini pas banget untuk foto-foto maju mundur cantik ala Syahrini.

Kolam ikan Selecta

Mungkin kalian bertanya-tanya, mana nih taman bunganya? Tenang, memang dibutuhkan 1000 langkah kaki untuk sampai ke taman bunganya. Tapi itu kaki semut, kalau kaki manusia ya mungkin cuma sekitar 50 langkah. Dan ini diaaaaaaaa si jali-jali taman bunganyaaaa... ^_^

Taman Bunga Selecta (1)

Taman Bunga Selecta (2)

Taman Bunga Selecta (3)

Setelah puas foto-foto dan menikmati keindahan taman bunganya, kami menuju kantin Selecta yang ada di samping kolam renang. Kolam renang? Iya, di Selecta ada kolam renang juga selain kolam ikan. Selain itu, ada juga arena bermain dengan beberapa permainan seperti ayunan, perosotan atau kora-kora. Bahkan ada juga fasilitas berkuda. Kebayang lagi kan seberapa luas lokasi ini. Selain itu, ada juga kolam untuk bermain sepeda air. Dan tebak, apa yang kami pilih? Tentu saja mengayuh manja sepeda air berdua. Lha wong saya nggak bisa renang apalagi naik kuda. Takut saingan poni sama kudanya. :D

Mengayuh Sepeda Air di Selecta

Keseluruhan Selecta

Nah, petualangan kami di Selecta berakhir dengan makan Bakso Malang di kantin Selecta. Harganya murah tapi rasanya nggak murahan. Terbukti suami habis dua mangkok. :D Well, nggak ada specific travel advice sih untuk yang mau ke Selecta. Pakaian apapun rasanya sesuai dengan kondisi di Selecta. Mungkin nggak perlu pakai stiletto aja sih ya. Bagi yang mau berenang, jangan lupa bawa baju ganti. Karena meskipun ada persewaan baju renang tapi nggak ada persewaan baju ganti. Saya kasih 5 of 5 stars dong untuk Selecta yang begitu mempesona lahir batin. :*

2. Alun-Alun Kota Batu

Well, sebenarnya ini tidak termasuk destinasi wisata yang ingin kami kunjungi. Pengennya lewat aja di alun-alunnya. Tapi, berhubung waktu itu adalah hari Jumat, jadi suami harus sholat Jumat. Dan masjid yang searah dengan perjalanan pulang dari  Selecta adalah masjid An-Nur yang ada di seberang alun-alun kota Batu. Masjidnya besar, indah, dan yang bikin selalu suka sama Jawa Timur adalah suara bedug yang ditabuh sebelum adzan. Ah, rasanya menggetarkan jiwa. Alhasil, sebagai isteri yang efisien sholihah, daripada shopping (di dekat alun-alun ada supermarket) saya memilih nunggu suami dengan duduk-duduk manja di alun-alun kota Batu. Sama siapa? Sendiri dong! Jangan khawatir, karena di situ juga banyak ibu-ibu yang menunggu suaminya sholat Jumat. Banyak juga anak-anak kecil. Meskipun ada juga pasangan muda-mudi yang malah pacaran dengan terlalu mesra. Bikin pengen misahin. Loh?

Ternyata, meskipun udara di Batu lebih sejuk dibanding Jogja, tapi kalau siang sih ya saingan panasnya sama Jogja. Jadi, kalau yang mau ke alun-alun disarankan sore atau malem aja daripada krim pemutih Tong Fang-nya luntur. Meskipun panas dan dahaga, ternyata banyak juga spot-spot yang Instagramable (tetep).

Tugu Apel di Alun-Alun Kota Batu

Selain ada tugu apel sebagai ikon kota Batu, ada juga taman bermain yang menawarkan berbagai permainan untuk anak-anak seperti perosotan dan ayunan. Tapi, ada juga lho wahana bianglala alias kincir angin raksasa yang bisa dinaiki orang dewasa. Sayangnya, bianglalanya beroperasi di sore hari padahal saya pengen banget itu. Karena selain tiketnya murah sekitar Rp 3.000,- saja, kita bisa melihat seantero kota Batu ketika naik bianglala itu. Sweet banget kan? :D

Bianglala Raksasa di Alun-Alun Batu

Selain itu, di alun-alun Batu juga ada yang unik. Selain ada tugu(?) apel dan beberapa wahana bermain, ada juga bangunan berbentuk apel hijau dan stroberi. Eits, tapi jangan dikira bangunan itu adalah wahana bermain juga ya. Bangunan-bangunan lucu nan menggemaskan itu sebenarnya adalah T O I L E T. Hah, toilet? Iya, toilet. Tapi jadi unik kan?! Meskipun saya juga nggak sempet nyoba toiletnya sih karena rame sama anak-anak.

Toilet berbentuk buah-buahan

Akhirnya, suami sudah selesai sholat Jumat. Saya pun menyusul ke masjid tapi urung mau sholat di sana karena ruameeenya kayak pasar malem. Karena di depan masjid ada banyak mas-mas jualan alat-alat sholat untuk pria dan sovenir-sovenir islami gitu. Suami saya terkena godaan masnya, akhirnya dia beli deh diantara barang dagangan itu. Tapi kualitasnya bagus kok untungnya. Pesan moral: jangan biarkan ada yang menggoda suami Anda, bahkan penjual tasbih sekalipun. :p Akhirnya saya memutuskan sholat di destinasi berikutnya saja. Apa itu? Eits, tunggu dulu. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami makan lumpia dulu di depan masjid yang sayangnya rasanya kurang cocok sama lidah kami. Untuk alun-alun ini saya kasih 4 bintang karena saya nggak bisa nyobain bianglalanya. Syedih.

3. Museum Angkut

Yeay, akhirnya kesampaian juga main ke Museum Angkut. Karena sebelum ngetrip ke Batu, sempet lihat review museum ini di salah satu TV swasta. Ngileerrr!!! Ditambah lagi, temen yang orang Malang juga ngompor-ngomporin buat ke sini. Ahhhh, kalian ini tau banget kalau aku gampang panas on fire. OK, dibanding destinasi wisata yang sebelumnya, harga tiket di Museum Angkut memang sedikit lebih mahal. Lupa sih berapa. Tapi, pasti ngrasa kebayar bangeeettt setelah masuk ke museum ini. Meeennn, rasanya kayak di luar negeri!!! (Norak benget sih mbaknya -_-)

Jadi, secara umum di museum ini kalian bisa ngelihat berbagai model transportasi dari jaman megalithikum, eh nggak ding! Kalian bisa ngelihat berbagai model transportasi dari jaman bahulak lah. Mungkin era sebelum Indonesia merdeka lah gitu. Dan kecenya lagi, alat-alat transportasi tersebut sebagian besar asli dan bukan hanya dari Indonesia tapi ada juga yang dari luar negeri. ^_^ Kalian bisa ngelihat mulai dari sepeda onthel, motor, mobil, kereta, kapal sampai pesawat. Ngiler kan?! Oh iya, sebelum masuk kalian akan ditanya mau bawa kamera nggak selain kamera HP? Kalau bawa, kalian akan kena charge tambahan dan akan dapet semacam name tag gitu buat kamera kalian. Kami waktu itu pilih bawa kamera lain. Ya kali udah jauh-jauh ke Batu, ke museum angkut masak nggak maksimalkan foto-foto ya kan? :D

Oh iya, namanya juga museum ya. Tempat ini sangat edukatif karena menyertakan sejarah ataupun sistem kerja alat trasnportasi tersebut. Jadi tempat ini cocok untuk wisata bersama anak-anak juga. Kayak gini nih.

Sepeda Onthel dan Informasinya

Mobil Antik di Museum Angkut

Selain ada berbagai macam alat transportasi, di belahan museum angkut yang lain ada juga lokasi yang disetting sangat mirip dengan Western countries. Tentu saja di spot-spot ini banyak digunakan untuk berfoto-foto.

Bus Bertingkat seperti Bus di Inggris

Hollywood Imitasi

Selain itu, masih di lokasi yang sama, selain museum angkut ada juga Pasar Apung di lokasi tersebut. Pasar Apung adalah semacam pasar tradisional yang berada di atas sungai buatan. Lokasi ini etnik banget pokoknya. Sayang saya lupa nggak mengabadikan fotonya. Di pasar ini dijual berbagai kuliner tradisional khas Jawa Timur serta pernak-pernik. Ada juga pusat oleh-oleh di sini. Jadi disarankan bawa uang jajan kalau ke sini. Hehee... Oh iya, selain itu di Pasar Apung juga ada satu lokasi yang khusus digunakan untuk mengenalkan berbagai batik serta topeng yang ada di Indonesia. Bikin semakin cinta deh sama Indonesia yang kaya beragam budaya.

Museum Topeng

Nah kami sempet nyobain foto pakai topeng di sana. Apa, lebih kece kalau pakai topeng? Sudah ku duga. -_-
Perjalanan kami di Museum Angkut berakhir dengan minum Es Kelapa Muda Gula Jawa sambil menikmati pemandangan Pasar Apung. Oh iya, karena lokasi Museum Angkut dan Pasar Apung yang berukuran 5 kali lapangan bola, disarankan jangan pakai sepatu high heels, apalagi stiletto. Aduuuh, bisa-bisa bengkak deh kakinya cyiiin. Kami waktu itu sama-sama pakai sandal jepit karet. Eh, tapi bukan yang merk "menelan" itu kok. :D Untuk objek wisata ini sudah pasti 5 bintang dong!

5. Jatim Park 1

Nah, ini adalah destinasi wisata terakhir kami di Batu Malang. Sebelumnya, saya minta maaf karena tidak bisa bercerita banyak tentang destinasi yang satu ini. FYI, kami kesorean sampai di Jatim Park 1 ini karena terlalu menikmati di Museum Angkut (selain karena ada drama sinetron juga). :p
Setelah bertanya pada mbak-mbak penjual tiket, mereka bilang jam operasionalnya akan tutup sekitar 30 menit lagi. Yah... Setelah berdiskusi sama suami, kami saya putuskan untuk tidak membeli tiket. Lah, apa gunanya diskusi? :p Jatim Park 1 ini lokasinya juga luaaasss bangeeettt. Daripada kami nggak puas dan nanggung kan, akhirnya kami memilih foto-foto di halaman depan Jatim Park 1 aja. Oh ya, untuk harga tiketnya lumayan juga. Makannya kami saya urungkan membeli tiket kalau cuma nanggung waktunya. Tetep, prinsip emak-emak harus ditegakkan!!!

Meskipun kami nggak jadi masuk, tapi berdasarkan info yang ada di sana, kami tau bahwa di tempat wisata ini pengunjung akan disuguhi berbagai jenis satwa yang ada di Indonesia. Jadi semacam kebun binatang raksasa gitu. Seru ya padahal. Ya, sebagai obat kekecewaan, inilah sedikit foto-foto di sana.

Museum Satwa di Jatim Park 1

Pohon Inn Hotel

Oh iya, di Jatim Park 1 ini ada juga hotelnya, namanya Pohon Inn. Karena memang desain hotelnya seperti batang pohon raksasa gitu. Jadi, kalian yang mau menikmati Jatim Park 1 dengan lebih puas bisa banget nginep di sini. Berdasarkan info yang kami dapat dari internet, harganya nggak semahal hotel bintang 5 kok. Tapi ya kami nggak nginep di sini juga sih. :p Karena kami nggak masuk ke tempat wisata ini jadi saya nggak bisa memberikan penilaian ya. Sayang sekali. But it's beautiful! :)

***
Akhirnya, honeymoon backpaker-an kami di Batu selesai sore itu. Kami melanjutkan perjalanan ke Malang kota untuk mencari hotel dan sedikit keliling-keliling mencari oleh-oleh. Tentunya kami juga menyempatkan menikmati indahnya Malang di malam hari, berdua. Saya setuju dengan travelling quote yang bilang "it doesn't matter where you're going, it's who you have beside you". Tapi di titik itu I'm so thankful cos I got both. :)
Finally, semoga sharing kali ini bisa menambah referensi untuk kalian yang mau ngetrip ke Batu ya. Overall, menurut saya Batu Malang adalah kota yang nyaman dan recommended bagi wisatawan. Terimakasih sudah mampir. Sampai jumpa di postingan berikutnya... :D


*masih ditulis dengan mengandalkan wifi kampus bersama suami yang sedang quality time sama tesisnya :p


Mita Roya

You May Also Like

0 comments