Short Trip ke Batu-Malang (Day 1)

by - August 09, 2016

TRAVEL IS THE ONLY THING YOU BUY THAT MAKES YOU RICHER


Hallo...

Pas banget nih, barusan weekend ya. Jangan tanya weekend kemarin saya ngapain aja. Saya malah ke perpus, numpang menggunakan fasilitas wifi kampus mumpung KTM belum dicabut. Hehee...

Ngomong-ngomong soal weekend, biasanya dimanfaatkan untuk jalan-jalan bersama orang terkasih. Ya kalau belum punya yang terkasih ya yang terdekat dan terjangkau aja deh ya. :p Kali ini saya akan berbagi cerita ketika liburan ke Batu Malang, Jawa Timur. Sayangnya saya sudah cukup lama liburannya, sekitar tahun 2015. Tapi nggak apa-apa kali ya, mungkin belum banyak juga yang berubah. Setidaknya masih tetap di Jawa Timur. :D

Oh iya, saya bikin disclaimer dulu ya. Kalau kalian mencari referensi destinasi wisata di Batu Malang secara komplit, bukan di sini tempatnya. Karena judulnya saja short trip ya, jadi ya memang cuma short trip. Hehee. Waktu itu saya ke Malang sama suami. Ya sebut saja honeymoon backpacker-an lah gitu. Karena kami kesana bawa mobil sendiri, dengan koper dan segala macamnya ada di kursi belakang. Suami nyetir sendiri dan saya tidak dapat diandalkan karena saya nggak bisa nyetir. Hahaha. Jadi saya juga nggak tau kontribusi saya pada liburan waktu itu di bagian mana. :D

OK, mari kita mulai. Kami di Batu Malang hanya sekitar 2 hari 1 malam. Perjalanan kami waktu itu anti-mainstream ya. Karena pertama, kami hanya mengandalkan google map dari Jogja-Batu Malang. Seingat saya, kami nggak pakai tanya-tanya orang di jalan. Bener-bener mengandalkan google map dan alhasil kami dapat jalan yang cukup esktrim karena kami lewat daerah pegunungan (daerah Air Terjun Coban Randa). Kedua, trip kami anti-mainstream karena kami berangkat pagi (jam 9 atau 10) dari Jogja dan sampai Batu sekitar menjelang Isya. Tentu saja pakai mampir ngisi perut dan tangki. Bisa bayangin kan ya serem serunya perjalanan menyusuri pegunungan di jam-jam segitu. Dan di titik itu saya merasa sangat bangga sama suami. Cieeeeee :D

Lanjut ke destinasi wisata yang kami kunjungi. Karena kami sampai Batu sudah malam, kami memilih wisata malam di Batu. Jangan khawatir, justru di Batu punya tempat wisata yang khusus buka malam hari, namanya BNS (Batu Night Spectacular). Apa sih BNS? Jadi, BNS itu semacam Dufan tapi versi mini lah. BNS adalah taman bermain yang khusus buka di malam hari. Kalau kalian ke BNS, kalian akan disuguhi dengan aneka wahana bermain yang seru. Selain memang wahananya menyenangkan, pengalaman berbeda juga akan dirasakan karena kita naik wahana-wahana tersebut di malam hari dengan udara yang dingin-dingin empuk khas kota Batu. Berrrrrrr...

Ketika kalian masuk BNS, kalian akan langsung disambut dengan kemeriahan BNS baik lampu-lampunya maupun suara wahana-wahananya. Mata yang awalnya seperti ditiup-tiup syahdu dijamin langsung berubah liar.

Parkiran BNS (maap ye langsung narsis)

Salah satu pintu masuk wahana

Kalian bisa membeli tiket masuk yang ada di sekitar pintu masuk. Ada tiket biasa, ada juga tiket terusan (dapat tambahan ke beberapa wahana). Waktu itu, tahun 2015 kami beli tiket terusan sekitar Rp 90.000,- per orang. Akhirnya, kami pun masuk BNS.  Ada lumayan banyak wahana di sana, mulai dari yang menguji adrenalin seperti sepeda udara, kursi terbang, sampai ke rumah hantu. Dan ada juga wahana-wahana kalem seperti rumah kaca, taman lampion, atau art trick. Yang tidak kalah serunya, di BNS juga ada bioskop 4D lho. ^o^

Well, waktu itu kami mencoba sekitar 8 wahana. Kami mencoba wahana-wahana yang memang nggak ada di Jogja atau setidaknya wahana yang tidak bisa kami temukan di pasar malam. :D Lemme describe one by one yaa.

1. Kursi Terbang

Dari namanya, agak serem ya. Eits, tapi jangan dikira sulap. Kursi terbang ini bentuknya mirip komidi putar namun dengan tingkat adrenalin yang dinaikkan 100%. FYI, ini adalah wahana pertama yang kami saya pilih untuk dicoba. Suami saya? Dia sudah sangat bahagia melihat saya bahagia. Suami saya skip wahana ini. :D

Wahana Kursi Terbang

Seperti yang saya bilang di awal, ini adalah komidi putar versi ekstrim. Jadi, penumpang akan duduk di kursi-kursi yang sudah digantungkan pada poros di atas. Lalu poros tersebut akan berputar dan "menerbangkan" kursi-kursi tersebut. Sayangnya saya tidak punya foto seberapa tinggi kursi tersebut "diterbangkan". Gambarannya sih, saya sebagai orang yang cukup takut ketinggian bisa teriak dari teriak kegirangan, takut hingga teriakan pasrah. Mulai dari AwAwAwAw, lalu Aaaaaakkkkkk, hingga aaaaaaahhhhhh. Saya pasrah karena saya akhirnya sadar teriakan saya tidak akan mengubah apapun. Yang terjadi biar terjadi, hidup terus saja berjalan. Loh?

Nah yang bikin teriakan saya variatif begitu karena tingkat ketinggian dan kecepatan putaran yang semakin naik, naik dan naiiiikkk. Dan the best partnya adalah, sabuk pengaman di kursi terbang tersebut saya sadari hanya berupa besi kecil (atau rantai ya, sorry agak lupa) yang ada di depan perut kita yang efeknya justru bikin penumpang gugup. Gimana nggak gugup, kalau kita pegangan besi itu terlalu kencang, takut malah ngangkat besi itu karena posisinya yang nggak settle. Kalau kita pegangan terlalu lemah, bisa bayangin sendiri lah kayak gimana getaran tubuh ini. Intinya, pengaman tersebut membuat saya salah tingkah. Alhasil, saya memilih pegangan besi yang menjadi pengait kursi ke porosnya. Tentunya sambil merapalkan doa-doa dan menjepit sandal sekuat tenaga. Dan meskipun begitu, tetap saja pant*t rasanya nggak tersentuh gravitasi bumi. Melayang-layaaang...

Oh ya, ketika kalian memutuskan naik wahana ini sebiasa mungkin jangan pakai rok apalagi rok mini (ya iyalah). Kalau terpaksa pakai rok panjang (I did :p) usahakan pakai legging atau celana panjang sebagai "pengaman". Selain itu, jangan pakai sandal yang gampang copot. Lebih aman pakai sepatu. Takutnya sandal kita terbang juga. Rate untuk wahana ini 4 dari 5 bintang karena saya berharap sabuk pengaman yang lebih OK.

2. Magic Bounce

Wahana yang kedua ini akhirnya kami coba bersama. Masih tentang ketinggian, tapi tidak terlalu ekstrim.

Wahana Magic Bounce

Kalau dari gambarnya, kesannya anak-anak banget ya. Tapi sebenarnya, memang agak begitu. Karena kami merasakan efek yang tidak terduga sepanjang naik permainan ini. Kami tertawa sepanjang naik wahana ini. Karena namanya adalah Magic Bounce, jadi bounce-nya adalah penumpang akan dinaik-turunkan ketika duduk di kursi wahana ini. Kursi tersebut akan mental-mental seperti bola basket. Dan itu yang membuat kami tertawa sepanjang permainan karena perut kami serasa dikerokin dengan sangat lembut. Oh ya, dan itu pula mungkin arti Magic di wahana ini. Sangat Magic!
Best part dari wahana ini adalah, pengamannya dong. Lebih modern dan lebih meyakinkan dibandingkan Kursi Terbang yang notabene ketinggiannya tak terkira.

Kursi & Pengaman di Wahana Magic Bounce

Well, ekspresi kami nggak perlu dibahas lah ya. Oh iya, ada pula efek sound di wahana ini yang mirip dengan suara kereta api "jess, jess, jess" yang membuat kami semakin tertawa karena kami seperti pasangan suami isteri cemen yang memilih naik wahana anak-anak. Rate untuk wahana ini 4 dari 5 karena efek yang tak terduga.

3. Sepeda Udara

Wahana ini sangat kami rekomendasikan. Masih berhubungan dengan ketinggian dan wahana ini cukup ekstrim. Dari namanya, pasti sudah bisa ditebak. Yap, kita akan naik sepeda yang melewati lintasan sekian meter di atas permukaan tanah. Jadi rasanya seperti bersepeda di udara.

Wahana Sepeda Udara (maaf foto blur)

Jangan dibayangkan bentuk sepedanya seperti sepeda pada umumnya. Sepeda udara mirip seperti mobil. Ada satu kursi sopir dan satu kursi penumpang yang bersebelahan dan terdapat pula kemudi. Bedanya, kita tetap harus mengayuh untuk menjalankan sepeda udara. Rasanya kok kayak biasa aja ya? Eits, kalau belum jalan memang biasa aja. Tapi kalau sudah mulai jalan dan sudah melihat ruang terbuka, akan ada dua faktor yang membuat kalian berjanji akan menjadi lebih sholeh/sholihah. Pertama, bagi yang takut ketinggian, tentu saja akan bergidik dengan jarak lintasan sepeda dan tanah. Tingginya saya lupa sih berapa meter. Mungkin butuh waktu sekitar 10,5 detik untuk sebuah kerikil bermassa 0,3 gram dengan kecepatan sedang jika dijatuhkan dari ketinggian tersebut. Ya intinya cukup tinggi gitu lah. Kedua, yang bikin lebih takut grogi adalah goyangan sepedanya yang seolah nggak disekrup sama lintasannya. Terutama ketika lintasan berbelok. Rasanya pengen udahan saat itu juga. Wahana ini cocok untuk pasangan yang sedang ribut. Karena dijamin si cewek nggak akan rese dan bilang "turunin aku sekarang" ketika kalian berdua naik wahana ini. Belum lagi, kalau sepeda yang lain di belakang kita minta kita buruan. Itu rasanya kayak kebelet pipis banget dan baru mulai pipis tapi tiba-tiba pintu digedor-gedor. Kocar-kacir kita pipisnya.

Tapi tenang aja, selama perjalanan dengan sepeda ini, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang aduhai dari seantero BNS. Kita bisa melihat semua wahana di BNS lengkap dengan keindahan lampu-lampunya.

Sebagian view BNS dari atas Sepeda Udara

Oh iya, untuk sabuk pengamannya, lumayan bisa diandalkan sih. Kelihatan sedikit di gambar yang atas tadi, berupa besi yang dilengkungkan di depan perut kita. Saya kasih 5 bintang untuk wahana ini. *jempol*

4. Cinema 4D

Wahana ini seru banget. Dan di wahana ini juga lumayan antri. Kayak gini nih penampakannya dari depan.

Wahana Cinema 4D

Di Cinema 4D, kita akan nonton film tentang petualangan gitu di kursi bioskop seperti pada umumnya, tapi dengan tambahan-tambahan efek. Pertama, kacamata 4D (apa 3D ya?) dong tentunya agar gambar di film tampak nyata. Kedua, kursi penonton bisa goyang-goyang maju, mundur dan ke samping tergantung adventure di filmnya lewat jalan yang kayak gimana. Kalau jalannya menanjak, ya kursinya akan goyang ke belakang jadi badan kita akan condong ke belakang seolah-olah sedang melewati jalan naik. Begitu pula ketika jalan turun, badan kita akan didorong ke depan dengan kursi goyang ke depan. Tentunya ditambah efek suara yang menggelegar. Oh iya, kita pakai seat belt kok. Jadi jangan khawatir bakal nyungsep dari kursi. Selain itu, ada pula efek cipratan air kalau misalnya perjalanan di film tersebut melewati sungai-sungai. Seruuuu bangeeettt pokoknya. :D Kurang lebih begini di dalam bioskop 4D.

Di dalam Cinema 4D

Pakai kacamata 4D

Maap ye, gambarnya blur parah. Waktu itu salah nyetting kameranya. Tetep kece kok ya (tempatnya). :p
Oh iya, disarankan jangan terlalu kenyang pas mau nonton di wahana ini. Dikhawatirkan efek cipratan airnya kebablasan dari berbagai sumber. OK, langsung saja, untuk wahana ini tentu saja 5 of 5 stars dong!!! :D

5. Taman Lampion

Ini nih salah satu ikon dari BNS yang memang menjadi spot favorit para pengunjung, terutama muda-mudi yang dimabuk asmara. Pasalnya, wahana ini romantis bangeettt. Dari namanya pasti langsung tau kalau di sana ada taman yang dihiasi lampion-lampion. Kerennya, lampion-lampion itu bentuknya lucu-lucu. Sangat bagus sebagai spot foto bersama pasangan (yang sudah halal ye :p). Ditambah udara di Batu yang dingin-dingin manja. Bikin pengen narik selimut daaaaaaaaaan nyeruput teh. Hehehe...

Taman Lampion (1)

Taman Lampion (2)

Taman Lampion (3)

Di taman lampion ini, selain bisa foto-foto, bagi yang merasa suaranya merdu bisa juga karaokean yang diiringi organ tunggal. Saya pun ikut mencoba karaokean setelah suami saya berhasil meyakinkan bahwa saya bisa menyumbangkan sebuah lagu untuknya. Ternyata menyumbangkan lagu di sini maksudnya membuat lagu jadi sumbang. Tak diragukan lagi. -_-
Well, overall wahana ini saya kasih 4 bintang. Karena saya berharap lampion-lampion di atas kolam itu bisa dinaiki. :p

6. Rumah Kaca

Di wahana ini kami tidak menghabiskan waktu lama. Karena memang wahananya tidak terlalu besar. Rumah kaca adalah rumah yang disusun dari kaca/cermin. Jadi kalau kita masuk ke rumah ini seolah-olah kita masuk ke dalam labirin. Kita akan melihat banyak bayangan diri kita dan cukup sulit untuk mencari jalan keluar. Saya sempat tersesat juga. Hehee...

Wahana Rumah Kaca

Wahana ini cocok juga untuk yang punya jiwa narsis berlebihan. Karena bisa berlama-lama ngaca atau selfie dengan efek pantulan cermin yang tidak biasa. Dijamin Instagramable deh. Well, untuk wahana ini saya kasih 3 bintang saja. Maap ya.

7. Art Trick dan Rumah Hantu

Nah, ini adalah wahana terakhir yang kami coba. Kedua wahana tersebut saling bersebelahan. Jadi, pintu keluar daru Rumah Hantu adalah wahana Art Trick. Di wahana Art Trick, kita akan disuguhi lukisan-lukisan atau karya seni rupa lain yang tampak 3D alias tipuan mata.

Wahana Art Trick (1)

Wahana Art Trick (2)

Di wahana ini tentu saja sangat cocok untuk foto-foto. Tapi angle-nya harus pas ya. Karena kalau nggak pas ya kesannya biasa aja. :p Untuk wahana ini saya kasih 4 bintang, karena saya berharap ada tipuan-tipun yang lain. Ah, wanita memang suka ditipu. -_-

Nah, untuk wahana Rumah Hantu sayang sekali saya nggak punya fotonya. Katanya no pic means hoax ya, tapi ya gimana lagi. Lha wong saya takut sama hantu. Sepanjang perjalanan di rumah hantu, 90% saya hanya nggandeng lengan suami dan membenamkan wajah saya ke lengan suami. Ihiiiirrr...malah pacaran. Dan yang 10% nya saya gunakan untuk sesekali melihat bawah, kali-kali nginjek kaki salah satu personil boyband hantu jadi-jadian. Untuk wahana ini saya kasih 4,5 deh karena lebih kreatif daripada Rumah Hantu di pasar malam, tapi masih kalah dari Rumah Hantu yang pernah saya cobain di Jepang. (Katanya takut hantu, tapi kok lumayan juga referensi Rumah Hantunya?) Hehee...

***

Baiklah, usai sudah kunjungan kami ke BNS kala itu. Overall, BNS sangat saya rekomendasikan ketika kalian main ke Batu. Selain wahana-wahananya yang menghibur, tiketnya relatif terjangkau. Ditambah lagi spot-spotnya yang Instagramable dan didukung udara yang menggemaskan. Dan tentu saja, jam operasionalnya di malam hari menjadi daya tarik tersendiri. Eits, trip saya ke Batu Malang masih berlanjut ya. Masih ada Short Trip ke Batu-Malang Day 2. Sampai jumpa di postingan berikutnya :) Terimakasih sudah mampir yaaa :* :)



*Ditulis dengan mengandalkan wifi kampus & terselip kerinduan mendalam akan liburan,

Mita Roya


#trip #liburan #travelling #Batu #Malang #BatuNightSpectacular #JawaTimur #coupletrip #honeymoon #backpacker

You May Also Like

8 comments

  1. whuaaaa pas aq ke malang kmrn miss g ke BNS..nyesel bgt dah..ujan terus sih kl.sore hahaha seru juga yaa kirain.isinya cm lampion doang kayak d monjali. Yawes kapan2 ke Malang lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihii.. Sayang sekali mbak.. Besok2 lah kesana lagi.. Hehehe..
      Cobain semua wahananya mbaakk.. Dijamin pengen lagiii..hehee..
      Eh tp di Jogja ad versi mininya mbak sekarang, di SKE itu.. Hehee

      Delete
    2. Hihihii.. Sayang sekali mbak.. Besok2 lah kesana lagi.. Hehehe..
      Cobain semua wahananya mbaakk.. Dijamin pengen lagiii..hehee..
      Eh tp di Jogja ad versi mininya mbak sekarang, di SKE itu.. Hehee

      Delete
  2. Dulu ke BNS naik kicir2 yg muter2nya bs 360 derajat sampe ampun2. Bar kui nek liat kicir2 di manapun berada gak bakalan nyobain. Tp belakangan suamiku ksana lagi kicir2 keramat itu udah tak ada.. Kmarin ada tak? Hehre

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa.. Kicir2 keramat kok py.. Wkwkwk..
      Maksude feris wheel itu po mbak.? Udah ga ada mbak.. Mungkin dipindah ke SKE itu mbak.. Wkwkwk..
      Apa maksude semacam kora2.?

      Delete
  3. Dudu kora2. Bentuk e kaya kincir angin. Nek dulu warna nya ijo.. Hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, feris wheel mbak.. Kalo b. Jawa ditempat q namanya dremolem.. Hehee.. Udah ga ada mbak di BNS.. Dipindah di SKE itu mungkin.. Hihii

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete