Tips Anti Kalap Belanja Tanaman di PASTY

by - February 25, 2018


Siapa yang suka belanja? Wah mesti banyak yang tunjuk tangan nih. Kalau siapa yang suka belanja tanaman, kira-kira banyak nggak ya yang mengacungkan jari? :D

Bagi pecinta tanaman, belanja tanaman itu rasanya lebih penting dan lebih sparks joy dibanding belanja baju. Hihii.. Eh, serius ini. Semenjak menerapkan metode Konmari, saya jadi nggak terlalu bernafsu kalau masuk ke toko baju. Tapi masih sangat semangat kalau belanja tanaman. Duh, sama aja ya! :p

Baca: Belajar dari Konmari

Nah, bagi para pecinta tanaman di Jogja tentu udah nggak asing lagi dengan nama PASTY. Iya, PASTY adalah Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta. Tempat ini merupakan relokasi Pasar Ngasem dimana dulunya pasar satwa dan tanaman ada di sana. Jadi, kalian para pecinta tanaman dan binatang piaraan bisa banget main-main ke PASTY. Tapi, karena yang mau saya bahas adalah belanja tanaman, jadi saya nggak akan bahas tentang binatang piaraannya ya. :D

Pintu masuk PASTY Zona Tanaman Hias
By the way, meskipun sudah diresmikan sejak 2010 tapi ternyata banyak lho yang belum tau lokasi PASTY. Pasar fauna flora ini ada di Jalan Bantul km 1 No.141, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Eits, jangan alergi dulu denger kata (m)Bantul ya. :p Lokasinya sekitar 500 meter saja dari Ringroad Dongkelan kok, jadi cukup dekat dari Kota Jogja. :)

Well, sama halnya dengan pecinta hal-hal lainnya, pecinta tanaman juga pasti melting dan ujung-ujungnya kalap ketika disuguhkan hamparan tanaman cantik dan segar sejauh mata memandang. :* Tapi tenang, saya punya beberapa tips untuk kalian yang berencana berburu tanaman di PASTY tapi nggak mau dompet jebol. :D

1. Bikin Shopping List Tanaman


Shopping list di aplikasi Listonic
Ini penting banget. Dan kenapa ini saya tulis sebagai tips pertama? Karena shopping list alias daftar belanjaan ini yang akan menjadi benteng kalian melawan nafsu belanja ataupun rayuan maut para penjual tanaman. :D Dan dengan memiliki shopping list berarti kita sudah berniat nawaitu sejak dari rumah untuk belanja sesuai yang dibutuhkan saja. :) "Ah ribet harus nulis di kertas!" Eits people jaman now nulis daftar belanjaan nggak pakai kertas lagi dong. Ada banyak sekali aplikasi shopping list yang tersedia di Play Store atau App Store. Kalau saya sih biasanya pakai Listonic. Super praktis dan ada fitur checklistnya juga untuk menandai barang yang sudah kita beli. (No sponsor >,<)

2. Jangan Bawa Uang Cash Terlalu Berlebihan


Bawa uang cash secukupnya
Tips yang kedua juga masih berhubungan dengan niat kuat sejak dari rumah. Setelah shopping list sudah benar-benar kalian buat berdasarkan kebutuhan, kalian juga perlu membatasi jumlah uang cash yang akan kalian bawa. "Hey, bisa pakai debit atau CC kali!" Ups hey, PASTY itu pasar ya gais sesuai dengan kepanjangannya. Jadi jangan harap kalian bisa menggunakan "kartu sakti" untuk kekhilafan belanja kalian. :p Nah, dengan membawa uang cash yang tidak berlebihan, kalian akan "dipaksa" hanya membeli tanaman yang benar-benar kalian butuhkan saja. :)

3. Langsung Menuju Toko Penyedia Tanaman yang Dibutuhkan


Salah satu toko tanaman di PASTY
Nah, tips berikutnya ini berlaku ketika kalian sudah sampai di lokasi. Niat anti kalap yang sudah kalian tanamkan dalam jiwa sejak dari rumah akan semakin kuat ketika kalian langsung menuju toko penjual tanaman yang kalian butuhkan. Karena kalau kalian sudah bikin shopping list tapi tetap window shopping dulu sepertinya akan cukup sulit untuk istiqomah ya. :D Tapi bukan berarti kalian nggak boleh strolling around dulu. Boleh kok, boleh banget malah terutama untuk kalian yang baru pertama kali ke PASTY. Dengan catatan, selama muter-muter dari satu toko ke toko yang lain, niat kalian memang untuk menanyakan ketersediaan tanaman yang kalian cari kepada penjual. No more! Kalau  toko tersebut nggak menjual tanaman yang kalian cari, ya langsung pindah. Jangan malah keterusan dan akhirnya khilaf ya. :D Well, kalian boleh juga pindah-pindah toko untuk membandingkan harga. Karena harga tanaman di PASTY bisa ditawar lho. :D Namanya juga pasar ya kan?! :p

4. Pertimbangkan Konsep dan Lokasi Tanaman di Rumah


Tanaman indoor untuk dekorasi
Kalau kalian sudah berhasil mempraktekkan ketiga tips sebelumnya tapi penjual tetap merayu dengan tawaran diskon atau bonus menarik, WAIT! Jangan langsung bilang iya. Kalian tetap perlu mempertimbangkan lokasi tanaman tersebut di rumah kalian nantinya dan kesesuaian dengan konsep hunian yang ingin kalian ciptakan. Ketersediaan tempat atau lahan tanaman sangatlah penting. Karena tidak hanya berkaitan dengan konsep hunian saja, tapi ketersediaan lahan juga sangat berpengaruh pada keoptimalan pertumbuhan tanaman. Jika space yang kalian miliki di rumah tidak terlalu luas, jangan ngotot ingin bawa pulang pohon mangga yang nantinya akan menujulang tinggi, meski ditawarkan dengan diskon yang menggiurkan. Begitu juga ketika tanaman yang kalian butuhkan adalah tanaman indoor untuk menghiasi meja makan sesuai dengan konsep minimalism, ya jangan tergoda untuk memboyong tanaman outdoor macam Pakis Haji atau Palem. Akhirnya justru tidak akan sesuai dengan fungsinya kan?

5. Pertimbangkan Cara Perawatan Tanaman


Beberapa jenis tanaman tidak membutuhkan banyak air
Yang terakhir, kalau kalian tidak punya masalah dengan lahan atau konsep bukan berarti kalian lantas bebas mengiyakan diskon yang ditawarkan penjual dengan dalih "Mumpung diskon" atau "Kapan lagi" ya. :D Well, adopting a plant is not only about the money you spent. But it also means adopting life. Iya, tanaman itu juga makhluk hidup sama seperti manusia atau binatang. Bedanya tanaman nggak bisa protes marah-marah atau teriak-teriak ketika mereka tidak dirawat dengan baik. Mereka cuma akan layu dan kemudian berakhir. Untuk meminimalisir kesalahan dalam merawat tanaman, selalu tanyakan kepada penjual bagaimana perawatannya, termasuk kadar air, sinar matahari dan pupuk. Karena ketika kalian sudah memutuskan memboyong satu tanaman ke rumah, itu berarti kalian sudah siap untuk merawatnya sepenuh hati. Ketika ada tawaran diskon atau iming-iming bonus tanaman (kalau kalian mau beli banyak misalnya), coba pikirkan ulang. Apakah tanaman tersebut mudah cara perawatannya? Atau, apakah kalian benar-benar sanggup merawatnya (bersama tanaman yang lain juga)? Ya, karena tanaman itu makhluk hidup, mereka juga punya karakter yang berbeda-beda dalam perawatannya. Jadi, memang butuh komitmen dan energi untuk bisa merawat berbagai jenis tanaman. :)


Nah, sudah mulai terkontrol ya nafsu belanja tanamannya. :D Kalau sudah menemukan tanaman yang sesuai dengan yang dibutuhkan jangan lupa selalu dirawat ya. Mungkin beberapa tidak langsung berjalan mulus. Ya, again, tanaman adalah makhluk hidup yang juga butuh adaptasi dengan tempat baru. Sometimes, trial and error happen. Jangan menyerah, tetap rawat sesuai dengan anjuran penjual tanamannya ya dan jangan lupa diajak ngobrol juga. :D Kalau saya kadang malah saya ajak shalawatan juga kalau pas nyiramin mereka. >,<

Finally, selamat belanja anti kalap ya! :D



Mita Royya


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pic Pintu Masuk PASTY is from yogyatrip.com
Pic Uang Cash is from uangteman.com
Other pics are the writer's private collections

You May Also Like

8 comments

  1. Wah saya juga salah satu orang yang baru tau nih, kapan-kapan lah mampir ke pasty kalo main ke jogjes, keliatannya lengkap siapa tau nemu harta karun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, syukurlah kalau postingan ini memberi informasi baru.. :) Iya, patut dicoba belanja tanaman di PASTY. Karena lengkap dan bisa sekaligus menyegarkan mata. :D
      Terimakasih sudah mampir di blog saya.. :)

      Delete
  2. Waks telat baca tipsnya... saya sudah kadung kalap belanja tanaman di PASTYπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh.. Hihihii..πŸ˜… Gapapa mbak, next time kalau belanja lagi semoga udh ga kalap yaa krn udah tau tips2nya.. 😁😁
      Terimakasih banyak sudah mampir ya.. 😊

      Delete
  3. hanya suka lihat2 saja , kalau beli pastinya jatuhnya mati krn gak bisa urus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah gitu ya.. Lihat2 juga udh lumayan bikin seger ya mbak.. Hehee.. Tapi kalau mau mencoba berkebun, bisa dimulai dg kaktus mbak.. Krna perawatannya sangat mudah..😁
      Terimakasih sudah mampir ya mbak.. 😊

      Delete
  4. Makasih tipsnya mba. Dulu saya ngiler banget kalau di dpean toko tanaman. Sayang tanaman yang saya beli kayaknya nggak cocok dengaan tanah di rumah. Selain itu saya tidak bisa merawat dengan baik, akhirnya mati. Sejak itu suami jadi melarang saya belanja tanaman hias.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah.. Gitu ya mbak.. Kalau sya biasanya tanaman hias yg sya beli yg sudah di pot mbak.. Jadi di rumah tinggal pajang sja.. Hehee.. Dan sya selalu tanyakan cara perawatannya kpd penjual mbak sblm dbawa pulang..hehee.. Punya sya jg bbrpa ga berhasil sih mbak, kdg ga tau jg kenapa ga subur.. Tapi memang tanaman tu perlu dipelajari sih perawatannya.. Sya jg msh belajar mbak.. Hehee..
      Terimakasih ya mbak sudah mampir.. 😊

      Delete